Semesta, tak seperti biasa.
Orang-orangnya, juga tak lagi sama.
Selalu berbeda setiap harinya.
Bersenyawa, adalah cara.
Cara ku menemukan rasa.
Antara kau dan aku, yang tak lagi mesra.
Dulu, saat kita tumbuh bersama.
Menjalin ikatan sementara.
Bahkan, berjanji untuk tetap selamanya.
Tapi kini, luka tak bisa dibodohi.
Hanya aku yang mau kau bohongi.
Ternyata, kau tak benar-benar mencintai.
Hanya ekspektasi, yang terus memenuhi.
Tumbuh dalam luka, adalah alasan.
Agar tetap bertahan.
Mengiklaskan, orang yang pernah menjadi kesayangan.
Salam berdetak,
Dari nadi.


Tidak ada komentar: