Lama, tak ada persinggahan.
Karna terlalu sibuk dengan impian.
Kemarin, banyak sekali pesan.
Yang belum mau ku balaskan.
Demi berjuang, untuk sebuah impian.
Sekarang, gimana keadaan?
Sudah satu bulan, tak pernah ada kabar tentang impian.
Apakah sudah berhasil melupakan?
Percaya dan yakin.
Yang selalu menemani sepanjang perjalanan.
Tawa dan tangis.
Tak pernah hilang dalam ingatan.
Kini, hanya bisa memandang.
Surat Rindu dari impian.
Bahkan mata, tak sanggup membaca.
Saat kembali mengenang luka.
Tulisan itu, terus membujukku.
Untuk tetap tenang.
Menyikapi sebuah impian.
Karna, akan ada sebuah kejutan.
Diakhir sebuah perjalanan.
Salam berdetak,
Dari nadi.


Tidak ada komentar: