Malam itu, kau mengajakku bertemu.
Melihat bintang, katamu.
Kau juga tak tahu, nadiku berdetak tak wajar saat itu.
Saat, menerima pesan darimu.
Kau membuatku hampir mati berdiri.
Bagaimana tidak?
Mendapat pesan, dari orang yang ku kagumi.
Kita bertemu.
Di malam sabtu yang syahdu.
Langkahku mulai kaku.
Saat melihatmu, berdiri menyambutku.
Kau memegang tanganku.
Semakin dekat, hingga aku berada di dekapmu.
Aku hanya tersenyum kaku.
Tak tau apa maksudmu.
Sungguh. Nadiku sepertinya berhenti.
Tak punya jawaban apalagi.
Hanya halu yang datang silih berganti.
Mengharapkan dirimu, yang sedang menatapku sambil berdiri.
Pertemuan ini, hanya dipenuhi dengan kemungkinan yang memenuhi otak sebelah kiri.
Terima kasih. Sudah menemani, di malam kemarin yang begitu sunyi.
Salam berdetak,
Dari nadi.


Tidak ada komentar: