Sebelumnya, banyak pertanyaan dari tetangga rumah. Banyak yang tanya, "kuliah dimana mba?","katanya kuliah di semarang ya?","kenapa ngga di Tegal aja sih mba?","ngambilnya apa sih?","itu jurusan apa ya? Nanti jadi apa mba?".
Banyak "stigma negatif" yang ditorehkan orang sekitar. Karna kemaren gue ujian di Semarang, dibilang udah kuliah disana. Karena gue daftar luar kota, dibilang ngga pengin kuliah di Tegal. Bukan ngga pengin say, kalo nyoba yang lain dulu, apa salahnya coba?. Kalian juga perlu tau, setiap gue keluar, beli sesuatu disuruh ibu. Gue merasa "nyesek" banget. Kalo orang sekitar banyak tanya seperti itu. Gue juga, suka "nyesek" liat media sosial dipenuhi dengan status orang-orang tentang foto buku yang lagi mereka belajar, seminar online yang mereka ikuti, bahkan foto tempat les yang memperlihatkan rumus rumus fisika yang "memabokkan". Sedangkan gue, sering banget rebahan. Kemaren, gue belajar dari pembahasan soal di YouTube aja. "Boro-boro" ikutan seminar online. Kadang, baru beberapa menit liat pembahasan soal, muncul ada notif youtube Ria Ricis. Ya udah,gue sambil tonton dong. (Wkwkw, dasar gue).
Dulu, saat awal masuk SMA. Ibu gue bilang, "pengin nyetrika baju ayah lagi." Karna ayah bekerja di departemen perhubungan laut, yang bajunya biru langit itu. Ibu pengin gue masuk situ. Karna gue orangnya ngga pengin masuk ke perhubungan, jadi gue tetep nyari bajunya yang mirip-mirip. Ketemu lah gue sama salah satu sekolah kedinasan yaitu STIS. Gue ingin coba masuk situ. Pelajarannya, juga ada unsur matematika nya. Gue juga sedikit suka matematika. Akhirnya, gue mencoba mendaftar sekolah ini. Mulai dari ngumpulin persyaratannya. Sampe mungkin, kemaren ibu paling heboh.. buat fotoin gue. Ya.. walaupun hasilnya blur semua. Ibu nyerah, karna hasilnya ngga bagus semua. Akhirnya, sepupu gue yang fotoin. Tapi, gue belum ditakdirkan disitu. Gue gagal, karna nilai bahasa inggris gue ngga cukup sama persyaratan nya.
![]() |
| Inget!! Jangan berharap lebih |
Gue berusaha ikhlas, menerima semuanya. Mengetahui kenyataan kalo gue gagal. Gue juga banyak belajar dari kegagalan ini. Mungkin, gue harus tetap di Tegal aja. Sesuai pesan ayah terakhir sebelum pergi. 'untuk tetep jaga ibu gue.' Gue minta maaf sama temen-temen gue. Yang mungkin, berharap lebih ke gue. Gue cuma mau bilang," kalian ngga perlu ngarepin gue lebih. Toh, gue banyak ngecewain-nya. Ngga sesuai sama ekspektasi kalian semua. Makasih, udah mau menjadi teman seperjalanan sampe hari ini. Gue berharap bisa tetap berdamai sama kegagalan gue itu. Dan teruntuk kalian semoga tetap sukses dimasa mendatang."
Gue ngga tau.. apa yang mengganjal dihati ini. Saat melihat media sosial dipenuhi oleh twibon twibon kampus impian mereka. Rasanya, sakit banget. Gue selalu membayangkan kalo gue bisa pake twibon kampus ternama itu, pasti gue seneng banget. Sekarang, gue berusaha menguatkan diri. Untuk menerima semuanya. Termasuk menerima masuk ke jurusan yang ngga pernah gue impikan dari kecil. Harapan gue terhadap jurusan ini, gue cuma pengin bisa melihat dunia luar melalui teknologi dan bisa berkontribusi melalui teknologi jaringan.
Dari gue, ngga selamanya kebahagiaan hanya dengan masuk kampus impian. Kita bisa kok.. menjadi impian kampus kita. Tetap semangat. See you..gue kasih love kuning tercinta, biar tetap semangat nih.💛



Tidak ada komentar: