Lampung Tempat untuk Pulang

 "Obat rindu yang paling ampuh adalah pulang ke kampung halaman" 


Ini adalah cerita pulang kampungku saat lebaran 2026 di Bulan Maret kemaren, setelah 10 tahun tidak pulang dan berkunjung ke Lampung, rasanya ada rindu yang terbayarkan setelah sampai di pelabuhan Bakauheni dan melihat menara siger yang berdiri tegak di ujung pulau Sumatera. Sebagai anak yang lahir di pulau Sumatera dan berdarah campur orang Jawa dan Lampung, aku selalu bangga setiap pulang ke Lampung dan menginjakkan kaki di sana. Walaupun aku tumbuh dan besar di Jawa, tapi kerinduan dan rasa cinta terhadap Lampung tak pernah hilang. Bahkan sebutan "Muli Lampung" masih terasa hangat di hatiku. 

Sedikit cerita, ini adalah pulang kampung pertamaku di waktu mudik lebaran setelah 10 tahun lamanya tidak mudik. Rasa rindu naik kapal, rindu makananya, rindu orang-orang nya, rindu logat sumatra yang khas dengan bahasa lampung yang sulit aku mengerti, sampai rindu suasana perjalanan yang cukup jauh menuju tempat saudara. Tapi, itu adalah hal yang seru dan selalu dinanti saat pulang kampung. 


History status di facebook ku🤣

Terakhir aku pulang ke Lampung saat aku SMP, saat itu di hari libur sekolah di bulan Desember 2016. Jadi, aku dan bunda ngga ketemu keluarga besar ayah, hanya kaka tertua ayah dan para saudara dekat rumah saja, sisanya banyak yang merantau di Jakarta dan saat itu ngga pulang kampung. Tapi, banyak hal yang aku lakukan di sana, seperti jalan-jalan, ziarah ke makam ayah, sampai berkenalan dengan teman ayah dan para tetangga di Labuhan Ratu. Seperti biasa, bunda selalu mengajak aku menikmati Lampung hanya seminggu saja. Setelah itu, kita kembali pulang ke Jawa. Tapi itu selalu jadi momen terseru saat bunda mengajak aku untuk mudik. Karena aku suka jalan-jalan, hehe.. Ada rasa dan keinginan di hatiku untuk tinggal lebih lama di Lampung, bukan hanya satu minggu atau satu bulan, tapi di waktu yang cukup lama. Rasanya tenang dan damai saja di Lampung ini. 

View mudik lebaran di atas kapal

Perasaan bahagia saat naik kapal dan berlabuh di Selat Sunda adalah hal yang udah lama aku rindukan. Dulu waktu kecil, aku selalu ingin pulang ke Lampung terus, tapi bunda selalu bilang, "kalo mau pulang ke Lampung, kita harus punya uang 5 juta lebih nak". Si nadi kecil yang belum bisa apa-apa, punya tekad kuat buat dapetin 5 juta pertamanya, agar bisa pulang ke Lampung dan bawa bunda. 

Ternyata rasa rinduku cukup disimpan 10 tahun saja, walaupun terkesan lama banget ya.. Tapi aku berusaha menabung untuk dapet 5 juta yang bunda sampaikan itu. Dan ya.. Aku baru bisa mendapatkan 5 juta itu di pekerjaan pertama aku ini, dan aku bisa ajak bunda ke Lampung tepat di waktu lebaran agar aku bisa merasakan viebs mudik lebaran seperti di TV TV, selain itu aku juga bisa ambil cuti lebih lama.. Hehe.. 

Lebarannya orang Lampung

Lebarannya orang lampung kalo dibilang mewah, ngga juga sih.. Tapi setiap rumah menyediakan banyak makanan, dan wajib makan setiap berkunjung ke rumah-rumah. Dan semua makanan khas Lampung ada semua di waktu lebaran ini, seperti buras, engkek ketan, lapis khas lampung, opor ayam, rendang, sambel teri, dan skubal, tapi tante ku menambah kan bakso dan pempek yang buat jadi spesial. Ini pertama kali aku merasakan lebaran di Lampung, dan tradisi nya beda kaya di Jawa. Kalo di jawa lebaran cuma sampe jam 12 siang aja. Setelah itu tidur dan nonton TV. Wkwk.. Tapi kalo lebaran di Lampung dari pagi sampe paginya lagi penuh dengan tamu. Sampe cape nyuci piringnya.. Wkwkwk.. 

View Labuhan Ratu di pagi hari.. 

Labuhan Ratu adalah tempat di mana aku di lahirkan, banyak momen dan kenangan indah di sini, rumah lama ku, para tetangga yang super baik dan semua kenangan masa lalu lewat ceritanya. Salah satu yang aku suka dari Lampung adalah kekeluargaan nya kentel banget, rasanya hangat dan tenang banget saat berkunjung ke sini. Karena rumahku deket dengan pantura yang merupakan jalan lintas timur Sumatra, jadi banyak dilalui oleh truk muatan besar dan kendaraan pribadi lain. Tapi, yang pasti lebih dekat dengan pelabuhan Bakauheni. Hehe. Ingin rasanya lebih lama di Labuhan Ratu, dan mengunjungi lebih banyak lagi teman-teman ayah. 

Mie ayam di Bandar Lampung

Bagi ku ini adalah mie ayam ter unik yang pernah aku makan.. Wkwk.. Saat aku berkunjung ke Kota Bandar Lampung, aku sempet ingin merasakan masakan jawa, jadilah ketemu warung mie ayam ini. Unik banget, biasanya kalo di Jawa  makanan yang dikasih timun atasnya itu lengko atau gado gado. Tapi ini berbeda, mie ayam dengan topping timun di atasnya, unik banget emang orang Lampung ini. Wkwk.. Sampe ngga berhenti kagum setiap makannya. Walaupun aku ngga suka timun tapi menarik buat di foto aja sih.. Hehe. So far, enak sih.. Thanks Bandar Lampung sudah menyambut kedatanganku dengan kota mu yang cantik dan makanan unik ini. 


Riweuhnya pulang mudik lebaran


Berangkat pusing milih baju dan oleh oleh buat keluarga di Lampung, pulangnya tetep pusing bawa baju kotor, dan oleh-oleh khas Lampung. Mau gimana ya, mumpung lagi berkunjung ke Lampung sekalian aja bawa banyak oleh-oleh hehehe.. Ternyata sampe kalap dua dus besar. Ada funfact menarik, saat aku menunggu bis di Terminal Rajabasa, aku sama bunda menunggu dari jam 3 sore, sedangkan bis nya jalan jam set 11 malem.. Wkwk.. Karna kita sudah check out hotel dan pusing muterin Mall Kedaton sampai berakhir membeli oleh-oleh, yang sesuai perkiraan bakal selesai sampe sore, ternyata kita terlalu cepat memilih oleh-oleh nya.. Wkwk.. Jadilah menunggu kedatangan bis di poll ditemenin agen bis nya. Sampe ngantuk dan habis dua kopi karena nunggu lama nya. Haha. 


Welcome Jawa and see you Lampung

Bagi aku perjalanan berangkat dan pulang mudik terasa cepat saat pulangnya, saat aku tidur sebentar di bis, eh udah dibangunin suruh turun dan naik ke atas kapal. Dan sepertinya baru sebentar tidur terlelap di kabin kapal, eh sudah ada pengumuman kapal hampir besandar ke Pelabuhan Merak. Karna posisinya malam hari, jadi aku ngga sempet foto view sekitar, karena udah terlanjur ngantuk dan cape juga. Hehe.. 

Thanks Lampung buat semua kenangan indahnya. Akhirnya aku bisa merasakan viebs mudik kaya orang-orang, bisa kumpul sama keluarga besar ayah di Kota Bumi yang udah lama tidak bertemu, kenalan sama satu per satu teman dan keluarga ayah yang aku belum tahu, berkunjung ke Labuhan Ratu, menikmati indahnya Pantai Mutiara di Labuhan Maringgai, menyusuri daerah Cabang sampai Spontan untuk silahturahmi, hingga berakhir untuk berkunjung di Bandar Lampung. Banyak orang baik yang aku temui dan pertolongan yang tidak terduga. Sekaligus bisa merasakan ramahnya orang Lampung asli dan orang Jawa yang Transmigrasi di sini. Terima kasih juga buat ayah yang pastinya jagain aku dan bunda selama di Lampung kemaren. Walaupun kita cuma dua wanita dengan barang bawaan yang banyak,  tapi aku kuat kok dan bisa jagain bunda sampe pulang ke Jawa. Hehe. 


Oleh-oleh ganci Muli Lampung

Sebagai oleh-oleh yang lucu aku beli ganci Muli Lampung yang bisa jadi kenang-kenangan saat aku kangen Lampung. Hehehe.. Semoga aku bisa kembali lagi ke Lampung dalam waktu dekat ini, dan jangan sampe 10 tahun lagi ya nadi.. Satu pesan dari Tante as my Mami, "pulangnya jangan lama-lama ya nadia, 2-3 tahun aja". Akan ku iyakan dengan financial stabil itu. Hahaha. 


With Love, 


Nadi


Lampung Tempat untuk Pulang Lampung Tempat untuk Pulang Reviewed by Nadia Pratiwi on Juli 12, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

top navigation

Diberdayakan oleh Blogger.