Jogja yang Selalu Istimewa

"Kadang kita perlu rehat sebentar, untuk  saling merasakan arti kekeluargaan"

Gathering PPC ke Jogja di awal tahun 2026 tepatnya di bulan Februari, menciptakan banyak kebahagian. Walaupun aku baru sempet upload dan nulis di blog sekarang, tapi tidak kehilangan memori indahnya sih.Hehe, kali ini aku akan mencoba menceritakan tentang memories gathering PPC ke Jogja kemarin yang super seru. Walaupun kita ngga menginep karna sesuai hasil fotting semua team yang paling banyak dipilih adalah satu hari saja di jogja. Jadi berangkat malam 31 Januari 2026, dan sampe Jogja tgl 1 Februari 2026, setelah itu malamnya langsung pulang ke Brebes. 

Pantai Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta

Di awal Februari 2026 kita mulai perjalanan ke Pantai Drini di Gunung Kidul. Selain jalan untuk sampai ke pantainya sangat amat berkelok-kelok dan bikin ngeri, tapi setelah sampai di pantai nya. Indah banget ternyata, rasanya ketakutan dalam perjalanan tadi terbayarkan. Dari melihat sunrise sampai menikmati setengah hari di sini, kita ngga berhenti untuk berfoto-foto. Sayangnya kita gagal ke on the roak nya Pantai Drini, karena keterbatasan waktu untuk sampe ke destinasi lainnya. Tapi bagiku, cukup seru di Pantai Drini ini. Lihat lah fotoku dibawah ini, betapa cantik dan indahnya diriku yang menyatu dengan pantai ini. Wkwk
Pantai Drini ❤

Setelah dari Pantai Drini, kita berlanjut ke Goa Pindul, yang masih di Gunung Kidul, di Goa Pindul kita berwisata menyusuri Sungai Oyo yang merupakan aliran untuk sampai ke Pantai Parangtritis. 
Rafting di Sungai Oyo

Seru banget waktu rafting di Sungai Oyo, perjalanan dari titik kumpul ke Sungai Oyo lumayan jauh jadi kita harus diangkut menggunakan mobil pickup, udah kaya sapi berdesak desakan dengan jalan gunung kidul yang banyak bebatuan, jadi sering joget joget sendiri di dalam mobil pickup.. Wkwk.. Untungnya aku pake sandal, walaupun katanya harus di lepas agar tidak hanyut. Tapi aku tetap menggunakannya, karna tahu perjalanan dari titik awal ke lokasi pasti panas banget karna saat itu posisinya di Jam 11 siang yang mana matahari berada di atas kepala banget ngga sih? Wkwk.. Walaupun ada sedikit tragedi kepleset karna bebatuannya cukup licin, tapi untungnya gapapa.. Aku berhasil dipegangin teman lain, walaupun sedikit effort untuk berjalan di bawah permukaan sungai dengan sandal jepitku.. Hehe. Tapi seru banget, waktu itu aku berkelompok enam orang ada Aku, Mba Roro, Mba Anah, Mba Risma, Mba Uli dan Mba Aeni. Seru banget pokoknya, kita kompak berpegangan tangan menjaga satu sama lain agar tidak lepas dari ban dan petugasnya. Karna kalo lepas dan terbawa arus sungai, kita bisa sampai ke Pantai Parangtritis. Wkwk.. Ngga mau pasti ya.. Dan sedikit disclaimer, karna rencana awal mau ke Goa Pindul, yang mana dibayangan kita akan menyusuri goa dan mengenal lebih banyak cerita di dalamnya, entah kenapa saat itu kita bertolak untuk rafting ke Sungai Oyo, aku kurang paham sama panitia, atau memang Goa Pindul sedang tidak di buka atau bagaimana. Tapi so far, kita sangat menikmati berwisata di Sungai Oyo ini. 

Oke Lanjut, destinasi terakhir setelah Sungai Oyo kita menuju ke Candi Prambanan. Tapi, Jogja sedang diguyur hujan jadilah kita berbasah basahan dengan cuaca di Candi Prambanan itu. Tapi untuk yang tidak membawa payung, ada sewa payung seharga 10k di sekitar Candi Prambanan. Tapi setelah melewati Pelataran Candi seakan hujannya berhenti. Wkwk.. Jadilah yang udah menyewa payung sia-sia. Tapi gapapa, walaupun sambil membawa payung, perjalanan menyusuri setiap sudut candi begitu menyenangkan. Banyak banget foto foto dan momen yang kita abadikan. Seperti berikut. 

With all PPC team❤

Seru banget pokoknya di Candi Prambahanan, dari mulai hujan deres banget, sampai gerimis dan banyak genangan air, tapi tidak membuat semangat kita luntur untuk berkeliling setiap sudut candi dan berfoto-foto sampe cape. Wkwk.. Dan ngga kerasa begitu serunya sampai jam 5 sore kita di Candi Prambanan. Setelah itu, destinasi terakhir sebelum pulang ke Brebes adalah wisata di Malioboro dan sekitarnya, dimana, kita dibebaskan ke mana aja, sampai batas waktu jam 11 malam. Begini keseruannya. 
Malioboro view❤

Di perjalanan menyusuri Malioboro, aku memulai dengan menggunakan becak untuk mengunjungi tempat Bakpia Tugu Jogja. Banyak banget yang aku beli di sana, karna abis gajian juga ngga eling sama pengeluaran. Wkwk.. Dari mulai oleh oleh buat orang rumah sampe titipan teman dan setelah di total ternyata menghasilkan satu plastik besar yang berat banget pokoknya. Udah kaya bawa oleh-oleh buat satu RT aja. Haha. Tapi seru, berkeliling malioboro, menggunakan becak dan sampe di Pasar Sore yang rame poll.. Di sana banyak banget pedagang yang menjual 100k dapet tiga jenis yang berbeda. Dan aku terpaksa kalap lagi membeli pakaian lucu lucu untuk diriku dan orang rumah. Haha. Padahal bulan Februari baru berjalan satu hari tapi aku udah menghabiskan banyak uang gajiku.. Setelahnya Allah bersama Gen Z aja deh prinsipnya. Wkwk.. 
Setelah lama berkelana di Malioboro, sayang banget aku ngga sampai melihat tugu Jogja dan foto di icon menariknya Malioboro yaitu tiang bertuliskan nama jalan Malioboro dengan kebaya Jawa nya. Hahaha. Tapi menurutku aku belum sepenuhnya ke Malioboro karna belum bertemu dan melihat langsung Tugu Jogja yang indah itu. Jadi, aku akan kembali mengunjungi kotamu yang istimewa itu Jogja, tungguin ya. Dan thanks juga untuk semua team PPC yang sudah solid berpartisipasi menyukseskan acara gathering PPC 2026 ini, love you all❤


With Love, 

Nadi. 


Jogja yang Selalu Istimewa Jogja yang Selalu Istimewa Reviewed by Nadia Pratiwi on Juni 07, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar:

top navigation

Diberdayakan oleh Blogger.