About Mental Health


Hay Hay.. kali ini, gue akan membahas tentang mental health. Mental health atau kesehatan mental sangat amat penting untuk kita sayangi. Semua hal yang bisa membuat luka pada mental, sebisa mungkin harus kita hindari. Atau jangan sampe masuk lah.. gimana sih caranya? Nah untuk cara yang lebih spesifik nya, gue sih belum nemu.. wkwk. Tapi, gue juga pernah mengalami kondisi kesehatan mental yang ngga baik-baik aja. Untuk itu, di tulisan gue kali ini, gue akan sedikit cerita. Gimana cara gue bangkit dan melerai beberapa kesehatan mental yang menyelimuti hati dan pikiran gue ini.

Kesehatan mental apa sih, yang menyelimuti lu nad? I know.. pasti kalian akan tanya ini. 

Di fase tertinggi seorang remaja, pasti punya rasa ingin dimengerti yang lebih oleh orang sekitar. Selalu ingin di ikut sertakan dalam setiap pertemanan. Tapi, saat itu, hidup gue rasanya ngga banget. Ngga sesuai sama apa yang gue bayangkan di otak ini. Diumur 17 lalu, rasanya, semua masalah datang tanpa henti-hentinya. Perasaan sensitif pun selalu datang tak bisa dikontrol. Gue sadar, dulu gue sering banget diem-in temen, tanpa sebab yang jelas. Bahkan cuma gara-gara dia ngga ngajak gue beli makan bareng di kantin. Gue selalu ingin mereka semua tau, tentang apa yang gue rasain saat itu. Tapi, gue terlalu bodoh untuk menyadarinya. Bahwa, yang tau semua perasaan gue ya diri gue sendiri. 

Gue juga selalu menganggap, bahwa sekolah, bisa menjadi pelipur lara gue. Dan tempat pelarian dari semua masalah di rumah. Gue juga sadar, saat gue sudah masuk ke lingkup sekolah, gue harus merubah topeng sedih yang sedang gue rasakan, menjadi topeng manusia receh yang ngga ketulungan. Yang semuanya harus selalu dibales ketawa-ketawa. 

Gue sangat amat cape, saat harus menjadi seorang teman, yang ingin diakui teman lain. Karena bagi gue, validasi sangat amat penting. Supaya gue tetep jadi bagian temen mereka. 

Setelah gue sering kali merasakan sakit yang tak pernah nampak, sesekali juga gue cape saat harus bergonta-ganti topeng saat di sekolah dan topeng lainnya di rumah. Rasa kalut yang saat itu gue rasaain.. tentang semua hal yang sudah gue lakuin untuk mendapatkan validasi semua orang, gue pernah berpikir to do suicide. I know.. this is so crazy. Haha.. but.. i don't know, what I can do at the time.

Setelah waktu berjalan kembali, gue mulai sadar, kalo kesehatan mental gue amat sangat terganggu. Terlebih lagi, kenyataan bahwa gue, harus gagal mencapai impian gue dari kecil. Semua kata maaf di website ltmpt, web simak UI, dan web UNPAD. Membuat gue sedih. Sedih yang ngga bisa gue ungkapin lewat tangisan. Rasanya, pengin banget menyelinap jadi hacker cuma buat ngubah kata maaf jadi selamat.. wkwk.. se-serem itu gue ya.. dan saat itu, gue kembali merasakan kesehatan mental yang ngga baik-baik aja. 

You know gaes.. gue ngga tau mau ngelakuin apa, untuk healing mental gue saat itu.. hingga gue pergi jalan sendirian ke Gramedia. Karena menurut gue, tempat yang tepat untuk menenangkan perasaan, dan gue menemukan tempat buku-buku self improvement tersusun rapi. Mulai lah gue mencoba healing diri sendiri dengan baca buku yang berkaitan dengan mental health. Salah satunya tentang self improvement. 

Gue tau.. setiap orang, pasti pernah mengalami kesehatan mental yang naik turun. Dan gue tau, pasti kalian punya cara sendiri, untuk healing diri kalian. Dan mungkin juga, cerita tentang kesehatan mental kalian, lebih banyak dan malampaui gue. Gue tau, ini juga belum seberapa, soal kesehatan mental. Tapi, jangan selalu menyepelekan masalah mental health dengan membiarkannya saja. Banyak orang di luar sana, yang berujung mengakhiri dirinya sendiri, dengan bunuh diri. Karena kesehatan mentalnya terganggu. So, i know you can resolve your mental health with your way. Thank you to reading my story. 

About Mental Health About Mental Health Reviewed by Nadia Pratiwi on Maret 07, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

top navigation

Diberdayakan oleh Blogger.