Salam dari Senja




Tambah tua,aku merasa lebih sedikit temen yang ada. Banyak yang pergi karna keegoisanku. Banyak yang ngga peduli dan ngga ngenalin aku lagi. Saat bertemu di suatu tempat, ngga pernah menyapa atau bertukar kabar. Dulu,aku pernah menjadi bagian dari teman mainmu. Sekarang, semuanya berubah. Aku hanya teman lama yang ingin kau lupa. Percayalah, aku tak akan lupa saat kita bersama-sama. Bercanda dan menertawakan hal yang sama hingga senja menutupi kota. Kita pernah menikmati hujan bersama, menjelajah sebagian kota bersama, bahkan pulang  larut malam dan dimarahin orang tua. Ingatlah, dulu saat kita pernah tertawa mesra. Meski saat itu, duka dan tangis sedang melanda. Tapi, kita saling menghibur tuk kembali bangkit bersama. 

Percayalah..suatu saat, jika aku tak hadir dalam suatu pertemuan. Aku tetap ada dalam gelapnya senja yang sama. Dan memandang wajah kalian dibalik sosial media yang ada. Aku ingin kamu bahagia tanpa aku yang sering membuatmu kecewa. Tidak seperti teman-teman main mu ya..Saat mereka tak ada, kau kembali mencarinya. Bahkan sampai membatalkan pertemuan, saat dia tak bisa kesana. Temanmu itu sangat istimewa ya, sedangkan aku tak begitu istimewa. Saat aku tak ada.. kalian tak mencariku juga, bahkan tetap melanjutkan pertemuan sampai senja menghilang lalu petang pun datang. Tapi, ketahuilah aku pun manusia, punya rasa yang sama. Ingin dimengerti dan sedikit dicinta. Salam dari senja untuk kalian semua 💛.
Salam dari Senja Salam dari Senja Reviewed by Nadia Pratiwi on Juni 18, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

top navigation

Diberdayakan oleh Blogger.