Dilema mimpi


" Setiap orang hanya bisa meremehkan, tanpa mengerti susahnya mempertahankan." 




Hay gais.. aku mau cerita tentang mimpi. Segitunya dilema tentang mimpi dalam hidupku. Aku sempat berpikir. Kenapa sih, aku harus ada di fase ini? klo aku boleh milih,aku pengin ngelonjatin dari fase ini. Ngga usah repot mikirin aku mau jadi apa dan ambil jurusan apa. Aku juga suka minder saat temen-temenku udah tau apa yang dia penginin dan kemana arahnya. Tapi, aku sempat menuliskan apa yang aku mau di kertas impian yang ditepel di kelas. salah satunya,aku pengin jadi dokter dan punya karya yang best seller. hehehe. Kenapa sih harus dokter? karna, waktu kecil gagal terpilih jadi dokter kecil. Jadi, berpikiran "ngga bisa jadi dokter kecil ngga apa, jadinya dokter besar aja." hehehe. Aamiin.

Dilema selanjutnya, ketika aku hampir lulus SMA. kenapa? karna aku mikir, yakin mau jadi dokter? pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi aja ngga hebat hebat amat. Dan, ada tetanggaku yang menceritakan anak saudaranya, dia sedang kuliah kedokteran. Dan tetanggaku tadi, bercerita tentang riwayat kecerdasannya dulu. Katanya, dia selalu juara kelas, selalu ikut olimpiade, bahkan dia selalu masuk sekolah favorit. Dan saat aku mendengarnya, langsung deh.. minder banget bro. Terakhir saat dia tanya, "nadia sih mau masuk mana?" dan jawabanku " masih bingung ambil jurusan apa". Emang, aku terlalu ciut mental untuk mengatakan aku pengin jadi dokter. HADEHH..

Dulu banget, pernah ada iklan Telkomsel yang menayangkan tentang, perjuangan seorang dokter yang sedang intership di pedalaman.(Kalo kalian penasaran iklannya apa, cek aja di yutupp). Hampir setiap stasiun televisi, selalu menayangkan iklan itu. Saat iklan itu muncul, aku selalu bilang ke ibuku "aku pengin seperti dokter itu". Ibuku hanya mengiakannya saja. Aku juga ingat, pernah bermimpi sesuatu yang aneh. Dan, sesuatu itu berulang tiga kali. Sampe aku cerita ke ibuku, awalnya sih dia ketawa dan setelahnya, dia bilang, itu mimpi biasa. Kalian tau apa yang ada dimimpiku? aku mimpi ada di ruang otopsi, dan diajak beli stetoskop sama seseorang. Ya udah lah, paling juga cuman haluku saja. Dan percuma aja klo ngga didukung. Kata ibuku, lebih baik kerja dikantor, kan enak.

Now, aku berusaha menyakinkan jurusan yang aku ambil nanti dan pasrah sama keadaan.. Tapi, aku harus tetap berjuang. Bulan Juli adalah saat penentuan. Semoga ada senyum merekah tak pernah hilang. Jadi, untuk semua yang baca tulisanku. Semoga kalian tetap semangat, jangan dengerin omongan orang.. lakukan apa yang kalian inginkan. Jangan lupa ikhtiar dan tawakal.💛

Dilema mimpi Dilema mimpi Reviewed by Nadia Pratiwi on Juni 07, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

top navigation

Diberdayakan oleh Blogger.